Senin, 15 Maret 2021

PEMIMPIN BERKARAKTER BUNDO KANDUANG

 PEMIMPIN PEREMPUAN-PEMIMPIN BERKARAKTER BUNDO KANDUANG

by. Prof. Dr. Dedi Hermon


"Sifat-sifat yang dimiliki Mandeh sebagai seorang bundo kanduang adalah berilmu, mendidik, mempunyai sifat malu, sabar, mandiri, berprinsip, dan berjiwa besar"...

Kesetaraan gender merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, terutama pada zaman modern sekarang ini. Peran perempuan semakin besar dalam semua sisi kehidupan, baik di rumah tangga maupun kegiatan di luar rumah tangga, terutama karier dan jabatan karier. Kaum laki-laki ditaqdirkan sebagai pemimpin, harus berupaya mengalah, akibat tuntutan zaman dan aturan.

Memilih seorang perempuan sebagai pemimpin akan terasa berat, kalau tidak melalui kriteria karakter yang dimiliki oleh sosok 'Bundo Kanduang', seorang pemimpin Minangkabau yang anggun, ramah, sopan, lebih banyak bekerja dalam diam, mempunyai jiwa mendidik, mandiri, dan tegas dalam rasa malu. Orang Minangkabau sangat merindukan pemimpin perempuan yang berkarakter Bundo Kanduang tersebut, sehingga laki-laki di Minangkabau dengan sendirinya akan tunduk dan hormat pada semua keputusan dari pemimpin perempuan tersebut.

Pak Tua yang biasa minum kopi di kafe itu selalu ngomel dan kesal...

"Kesetaraan gender boleh, mengangkat perempuan sebagai pemimpin boleh saja, tapi kan banyak perempuan yang berkarakter Bundo Kanduang, 'manga paja kalera tu di angkek' 'bijak, agak babeda urang jo keinginannyo, marabo, pagunjiang, ma aden, licik, manih muluik katiko ado kandak, ndak ado kepentingan nyo samo awak lai, co galadie gayanyo.. Upek Pak Tua....

...jan maupuek juo pak...solo Bujang Lapuak di meja subalah, sampie ma ampehan balak anam...

...baa ndak ka maupek de ang, takah ndak ado padusi berkarakter Bundo Kanduang lai di dunia ko untuak di piliah jadi pemimpin.. sambuang Pak Tua..

..yo ndak pak, banyak padusi nan elok, santun gai, jo galaknyo sajo, basumangaik wak bakarajo.. hehehehehe.. sambuang Udin Batuang sambie ma ambuihan asok rokok e....

Minangkabau merupakan salah satu etnis terbesar di Indonesia dengan sistem kekerabatan yang berbeda. Masyarakat Minangkabau memiliki adat yang unik dengan menganut sistem matrilineal. Adat istiadat Minangkabau mengatur tatanan masyarakatnya baik secara individu, kelompok maupun sosial. Penghulu adalah sebutan atau gelar yang diberikan kepada pemimpin adat dalam masyarakat Minangkabau. Penghulu merupakan orang yang dituakan, dipilih dan dipercayakan untuk memimpin masyarakat. Bundo kanduang merupakan seorang perempuan yang sudah menikah. Bundo kanduang merupakan pemimpin non formal bagi seluruh perempuan dan anak cucunya dalam suatu kaum. Semua keputusan berada di tangannya. Tanpa adanya izin dari bundo kanduang, semua rencana belum dapat dilaksanakan (Ermi Sola, 2020).


‐----@Selasa, 16 Maret 2021, Jam 00.01 WIB


Sabtu, 06 Februari 2021

SEMPIT AKAL

SEMPIT AKAL
Prof. Dr. Dedi Hermon


Digedung suram itu sering digunakan oleh sekelompok orang yang sempit akal untuk berdiskusi tanpa mau bekerja dengan hati. Dilihat sekilas, terlihat kesombongan dan keangkuhan serta kearoganan, seolah olah sangat berkuasa, padahal mereka hanya bawahan sang penguasa.  Anehnya semua kekuasaan dan kesombongan itu dilakukan bukan dalam aset kelompok mereka, namun di atas aset dan lembaga negara, yang bukan milik ibu bapak mereka. Namun, mereka sudah berhitung tentang nasib semua orang yang bekerja di dalamnya. Karena kata mereka, mereka lah Sang Penentu semua nasib orang-orang di sana. 
Dimana Tuhan bagi mereka, mungkin tidak ingat, atau pura-pura lupa, atau memang karena keangkuhan, mereka lupa, bahwa mereka manusia biasa, yang tiba masanya, akan mati juga. Apa yang akan mereka bawa, pasti keirian, kedengkian, keangkuhan, kesombongan. Kasihan juga, padahal amal pahala mereka banyak, namun kotor oleh semuanya itu.
Berencana lah menentukan nasib orang, namun bagi orang yang bekerja dengan hati dalam suatu lembaga negara, diberhentikan dari pekerjaan adalah anugerah nikmat dari Allah SWT, tapi bagi orang yang hanya gila jabatan, tanpa bekerja pada amanahnya, itu tentu suatu bencana yang sangat menyakitkan.
Sahabat sepemikiran, kita berjalan di relnya saja, jangan berupaya mempertemukan ujung rel, karena kita tidak akan mampu, dan kalau seandainya mampu, tentu kecelakaan akan membawa pengaruh yang besar pada diri kita, karena kita tidak tahu, apakah rencana kita disenangi oleh Allah SWT atau dengan rencana yang kita susun, membuat Allah SWT berpaling dari kita.
Mak Udin sering mengatakan, kalau anda meminta-minta jabatan, minta dukungan pada orang-orang tertentu, yang dekat dengan penguasa, agar mempengaruhi penguasa untuk memilih anda. Kalau nasib anda baik, maka anda akan dipilih. Tapi...lanjut Mak Udin.. biasanya kalau sudah jadi, orang-orang seperti itu lebih senang pada orang yang meminta-minta juga, karena mereka haus pujian, sanjungan, hormat, walaupun semua itu hanya pura-pura saja. Ingat juga, lanjut Mak Udin... rakyat akan menderita, karena dia terpilih tidak mempertimbangkan semuanya, tapi karena desakan orang-orang tertentua saja, sehingga dia tidak akan bisa berperan adil untuk semua. Kecuali, penguasa yang dipilih oleh orang banyak dalam lembaga atau dalam negara, baru itu namanya pemimpin untuk semua.

Minggu, 05 Juli 2020

KETIKA TUJUAN BUKAN LAGI AKHERAT

KETIKA IBLISH MEMINTA KEMULIAAN
Prof. Dr. Dedi Hermon, MP

Jabatan itu kehendak dari Allah SWT sebagai ujian yang sangat besar. Jabatan tak lama tapi tanggungjawabnya dunia akhirat," papar Aa Gym.
Kadang kita terenyuh dan sedih akan besarnya sanksi yang diterima nanti di akherat, bersumpah di bawah kitab suci Al Quran untuk umat islam, dan kitab suci masing-masing untuk umat lainnya.
Jabatan dunia itu amanah apabila dilaksanakan dengan sebaik baiknya, sesuai tuntunan hukum negara sebagai rambu rambu untuk memutuskan segala hal. Jabatan itu harus dilaksanakan dengan sikap idealis yang sempurna, berjalan di garis lurus dan rel kebijakan yang telah di sepakati. 
Amanah jika sesuai dengan tuntunan Al Quran, kenapa harus sesuai dengan tuntunan Al Quran bagi umat Islam? Sederhana saja, karena orang islam saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, ada Al Quran di atas kepalanya. Berarti, melaksanakan amanah jabatan tersebut harus sesuai dengan tuntunan Al Quran.
Bagaimana tuntunan Al Quran? PERTAMA harus berjalan dalam koridor Ketuhanan Yang Maha Esa, visi dan misi pejabat harus di awali dengan pengakuan bahwa Tuhan itu Esa atau secara lengkapnya menjadikan lembaga yang dipimpin menjadi lembaga yang Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. KEDUA harus memanusiakan manusia yang dipimpinnya secara adil dan beradab. Adil, bukan berarti lebih memperioritaskan kelompok, memusuhi lawan politik, tapi harus bisa merangkul semuanya menjadi satu kesatuan dalam membangun lembaga yang dipimpin, karena saat di lantik dan di ambil sumpahnya, oejabat itu adalah pemimpin semuanya, bukan lagi pemimpin kelompoknya. Beradab dalam hal sikap, prilaku, dan tutur kata, merendah, menunduk, dan pemberi motivasi dan peehatian untuk semua orang. Karena pejabat yang baik itu, adalah pejabat yang disenangi oleh kawan maupun lawan, maknanya, pejabat yang baik itu adalah pejabat yang bisa mempersatukan semuanya demi lembaga yang dipimpin. Sehingga yang KEDUA ini singkron dengan yang KETIGA, karena akan terwujud rasa persatuan dalam tanggung jawab bersama, sehingga tidak ada istilah anak buah, kader, ataupun istilah laiinya, karena jabatan itu sementara, jabatan itu tidak menanamkan ideologi, tapi bekerja bersama sama. Aneh saja ada pejabat yang berusaha membangun kader, Allah SWT saja yang Maha Pejabat tidak mempunyai kader, jadi pejabat jangan menjadi Iblish, karena yang ada kader itu hanya Iblish. Ciri khas Iblish adalah mengemis, meminta, menangis, menyembah, menjilat, memfitnah lawan, membunuh lawan, demi seonggok jabatan. Setelah sang Iblish mendapat jabatan, Iblish menonjolkan pencitraan dan kesombongan, tanpa paham akan amanah yang diberikan, itu sebabnya Allah SWT mencabut amanah untuk Iblish, padahal Iblish itu adalah Raja Malaikat. Pada saat amanah dicabut, keingginan tidak tercapai, apa yang terjadi? Iblish selalu memfitnah, ghibah, dan berusaha bermanis muka di hadapan Allah SWT, tapi hatinya busuk dan menentang Allah SWT. KEEMPAT dalam menjalankan amanah harus mengutamakan musyawarah dengan semua orang, hal ini dilakukan agar keputusan yang diambil tidak salah. Memilih orang tempat musyawarah harus pada orang yang netral, orang yang adil, dan bijaksana. Bukan pada orang orang yang berkelompok, karena saran yang diberikan adalah untuk kelompoknya, bukan untuk kebaikan lembaga. Sehingga, rasa Keadilan Sosial itu akan terwujuf dengan sempurna.

.............Senin 6 Juli 2020........

Rabu, 17 Januari 2018

BAKUHAMPEH

BAKUHAMPEH
Dr. Dedi Hermon

Sebenarnya *bakuhampeh itu indah pada saat kita sikapi dengan rasa, baik rasa sayang, rasa senang, rasa percaya, rasa memahami, rasa mengayomi dan banyak rasa positif lainnya. Kalau rasa seperti itu terpupuk dalam hati kita, maka *bakuhampeh menjadi sesuatu debat dan diskusi yang menyejukan hati, menyenangkan telinga, dan mendinginkan kepala.
Manusia semuanya memiliki keterbatasan dan bermilyar kekurangan serta sedikit kelebihan. Dikatakan seorang individu memiliki kekurangan pada saat kita merasa diri kita lebih baik dari individu tersebut. Secara negatif akan menimbulkan sikap yang juga negatif, bagaimana individu tersebut bisa seperti kita, walaupun sebenarnya kita tidak tahu juga bahwa dibelakang kita mungkin ada ribuan orang yang juga sedang memperbincangkan kelemahan dan kekurangan kita. Hinaan, cercaan, dan praduga negatif muncul apabila kita tidak lagi mencintai individu tersebut, rasa sayang berganti dengan rasa benci akan menciptakan aura negatif dan komunikasi yang buruk, sehingga ego kita muncul (Ego: artinya: edan gelo orang).
Saya seorang anak mantan kepala desa, kepala desanya hanya berpendidikan SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) dan tidak tamat. Masyarakat desa saya sangat heterogen pendidikannya, ada yang buta huruf, tidak tamat SD, tamat SMP. Sedangkan yang tamat SMA dan Perguruan Tinggi umumnya pergi merantau. Saya mengamati ketegasan kepala desa dalam memimpin dan saya pun tidak suka, walaupun beliau sebenarnya ayah saya. Masalah demi masalah mulai muncul, maklum masyarakat desa kami tidak suka pemimpin tegas, walaupun ketegasan itu untuk kepentingan seluruh masyarakat desa yang sangat heterogen pendidikannya serta pekerjaan nya. Penggalian pasir di sungai yang melewati desa kami sangat berdampak pada lahan lahan petani serta kerusakan tanah tanah masyarakat di pinggir sungai dan kerusakan satu satunya jalan yang menghubungkan desa kami dengan jalan utama. Sang kepala desa berembuk dengan semua perangkat desa dan tokoh tokoh masyarakat, menghasilkan satu keputusan, yaitu penggalian pasir dihentikan.
Yang protes siapa, kelompok masyarakat yang terlibat dalam proses penggalian pasir tersebut. Sang kepala desa di fitnah dan dihujat, tapi sang kepala desa tidak marah dan mengundang seluruh kelompok masyarakat yang protes tersebut untuk berdiskusi. Satu kata yang selalu terngiang di telinga saya, sang kepala desa berkata: Masyarakat desa kita bukan hanya kelompok anda para penggali pasir, di desa kita juga ada petani, pedagang, dan lain lain. Saya selaku kepala desa harus menyelamatkan semuanya, dan berusaha adil, walaupun anda anda mengatakan saya tidak adil, tapi saya yakin sudah berlaku adil dan saya siap mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah SWT.
Itulah pemimpin, tingkat pendidikan tidak menentukan kita baik dalam memimpin. Tingkat pendidikan tidak menentukan kita menjadi masyarakat yang baik. Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan seorang yang berpendidikan doktor dan profesor akan jauh lebih baik memimpin dari seorang yang tamat SMA. Yang baik memimpin itu dilihat dari hatinya, hatinya berkata, ini amanah dari Allah SWT. Hatinya membisikan ketidaksanggupan memegang amanah, jangan jadi pemimpin. Seperti Umar Bin Khatab yang menangis semalam suntuk saat ditunjuk secara aklamasi menjadi khalifah, beliau menangis karena takut menghadapi hisab Allah SWT. Bukan takut pada Camat, Bupati, Gubernur, dan Presiden. Bukan takut pada Ketua Jurusan, Dekan, dan Rektor. Kalau kita takut pada oknum oknum di atas, berarti kita:
1. Syirik, dosa besar yang tidak terampuni
2. Menjadi penjilat, sifat yang berbahaya, karena semua penjilat akan selalu berbuat zalim pada bawahan dan masyarakatnya
3. Selalu mengambil muka pada atasan, padahal tidak melakukan apa apa
4. Mementingkan diri sendiri, masyarakat biarlah melarat
5. Selalu bermanis mulut kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan bantuan masyarakat dan bawahan
Tapi, kalau kita takut pada Hisab Allah SWT, maka kita akan bersikap:
1. Seperti imam, kalau hati sang imam mengatakan ada makmum yang tidak setuju dia sebagai imam, sang imam akan mundur menjadi imam, kalau tetap dipaksakan saja jadi imam, maka akan banyak mudharat yang akan diperoleh imam.
2. Kebijakan yang diterapkan bermuara pada kemaslahatan umat, bukan untuk kejayaan kita individu, menonjolkan diri kita individu, pencitraan diri kita individu. Kalau itu yang terjadi dan dilakukan, kita termasuk orang yang sangat merugi, karena masyarakat semakin susah di bawah kepemimpinan kita.
3. Kalau ada kebijakan dari pimpinan tertinggi yang banyak merugikan masyarakat, maka kita sebagai bawahan bisa menantang dan mengatakan itu kebijakan licik dan salah, walaupun resikonya kita disingkirkan. Tapi yakinlah, selama kita menyuarakan kebenaran dan untuk kemaslahatan masyarakar, maka yang menyingkirkan kita adalah Setan, dan kita membuktikan pada Allah SWT, kita bukan berkomplot dengan Setan.
4. Kalau sudah banyak masyarakat mengeluh selama dibawah kepemimpinan kita, berarti kita harus merangkul masyarakat tersebut dengan hati yang mengalah dan kasih sayang.

.......alah lu tu, bakuhampeh lah, ponek ambo...18 Januari 2018...


Senin, 06 November 2017

KALERA
(Ketika Aku Lelap, Engkau Remas Anu_ku)

Dr. Dedi Hermon



Anu dalam bahasa Minang mempunyai banyak makna, makna kepemilikan yang sah dari seseorang, bisa laki-laki maupun perempuan. Anu bisa bermakna positif dan bisa bermakna sangat negatif, tergantung pada seseorang yang mempunyai Anu dan orang lain yang memandang Anu. Anu bisa mengambarkan sesuatu yang sangat indah maupun mengambarkan sesuatu yang sangat jelek. Bisa memberikan rasa nyaman namun bisa pula memberikan rasa pusing, bisa memberikan rasa senang tapi bisa juga memberikan rasa sakit. Itu semua tergantung dari Anu nya masing-masing.
Anu sanggup memberikan rasa sakit sekaligus senang, memberikan harapan sekaligus penghilang harapan, memberikan kemudahan sekaligus kesulitan, hal ini tergantung dari Anu nya seseorang yang orang lain tidak akan mengerti tentang itu.
Anu_ku itu sangat cantik, luar biasa manis, bentuknya merah kekuningan dengan bau yang sangat harum sekali. Setiap pagi selalu ku mandikan dengan kembang tujuh rupa, agar Anu_ku itu bertambah besar dan semakin harum, sehingga aku tidak akan bosan-bosan membelai dan mencium Anu_ku tersebut.
Pernah suatu hari aku kedatangan tamu yang sangat cantik sekali, perempuan lajang yang sangat ayu. Asik-asik ngobrol, tiba-tiba Anu_ku keluar sambil mengangguk angguk kan kepalanya, memancing untuk dibelai, maklum Anu_ku sudah terbiasa mengangguk anggukan kepalanya, apalagi mendengar ketawa cekikikan orang yang sangat keras.
Ohhhh...Anu_ku dibelai oleh perempuan lajang itu, kulihat Anu_ku sangat senang dan menikmati setiap belaian jemari lentik itu.  Perempuan lajang itu sangat bersemangat membelai belai kepala Anu_ku, membuat Anu_ku mengelepar kesenangan. Ku biarkan saja, karena aku pun merasa senang, karena masih ada perempuan lajang yang suka membelai-belai Anu_ku itu. 


Malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat di raih, Anu_ku pergi meninggalkanku selama-lamanya. Bermula kejadian ketika Anu_ku lelap di pangkuanku dan aku pun terlelap. Siang itu sangat lelap sekali, tanpa menyadari bahaya yang akan mengancam Anu_ku.


Kucing hitam meremas Anu_ku dengan giginya, Anu_ku mati seketika tanpa mampu menganggukan kepalanya, walau sekedar memberikan isyarat padaku yang terlelap, bahwa dia sedang dalam bahaya.

...........Sejak itu, aku tidak mau lagi mempunyai Anu........
                                                                  Selasa, 07 Nofember 2017
























 
 

Selasa, 15 Desember 2015

SEMPURNAKAN DIRI MU...

...PEREMPUAN ITU...
Dr. Dedi Hermon

 
Perempuan itu terlahir dari keluarga sederhana, keluarga yang boleh dikatakan sedang berjuang keras menuju kemapanan. Keluarga yang selalu berpindah menuju tuntutan profesi dan pekerjaan, demi upaya mencukupi kebutuhan anak gadis kecil mereka yang luar biasa cantiknya, yaitu 'perempuan itu'.. Perempuan itu tumbuh dan berkembang dalam keluarga besar ibunya, jauh dan kadang dekat ibunya. Jauh pabila ibunya jauh dan dekat pabila ibunya dekat, karena mungkin perjalanan hidupnya sudah ditaqdirkan demikian, demi mencapai kesempurnaan seorang perempuan.
Tumbuh dan berkembang bersama beratnya kerinduan, rindunya belaian dan senandung sang ibu menjelang malam, sedihnya tidak mendengar cerita bapak dalam menghantar tidurnya menuju mimpi indah yang sudah lama diidamkan...'perempuan itu' dilatih mandiri tapi bukan pada usia yang tepat untuk mandiri...
Perempuan itu...memiliki percaya diri yang lemah untuk perempuan seusianya di-karena-kan tumbuh dalam kapasitas pemahaman yang masih terbatas akan suatu peristiwa. Perempuan itu.. selalu menterjemahkan suatu 'kejadian'  sebagai bentuk pem-beban-an atas dirinya, ia merasa tidak cukup 'tega' sehingga tidak pantas untuk melakukan penolakan. Hal ini terus berlanjut tanpa sempat diperbaiki, sehingga 'perempuan itu.. mengalami disperitas dalam penyesuaian diri di lingkungannya...
Perempuan itu.. mudah percaya pada semua pria...Perempuan itu...mudah membuat pria jatuh cinta padanya...Perempuan itu...membuat pria ringan tangan membantu semua kebutuhannya..sehingga perempuan itu..seolah-olah memanfaatkan pria untuk keperluannya..dan perempuan itu belum sempurna...

 
Perempuan itu... harus sempurna...sesempurna kecantikan dia sebagai seorang wanita, sesempurna keanggunan dia sebagai calon ibu yang baik bagi anak-anaknya, sesempurna hatinya sebagai calon istri yang sholehah bagi suaminya... kelak...pada saat 'perempuan itu' sudah sempurna...
Sekarang ... 'perempuan itu' lebih sering menangis, meratapi semua kesalahan masa lalu...dan itu sangat mulia untuk memulai langkah baru menuju kesempurnaan itu..Seandainya 'perempuan itu'  tidak dapat menjadi garam yang dapat menahan daging menjadi  busuk, janganlah 'perempuan itu' menjadi lalat yang membusukkan daging...Perempuan itu... tahu...menyadari...bahwa pemuncak dosa itu adalah BOHONG..yang selalu diringi oleh TIDAK TEPAT JANJI dan BANYAK MEMBERI ALASAN...walaupun orang-orang terbaik dikorbankan...
Perempuan itu... tidak boleh bersumpah demi langit maupun demi bumi atau demi apa pun juga. Perempuan itu... harus berani mengatakan YA atau TIDAK, supaya 'perempuan itu' tidak berbuat dosa atau terhukum akibat sumpah itu...Perempuan itu...selalu melarikan diri dari masalah yang dihadapi, cenderung berbohong mencari jalan aman untuk segala sesuatu yang dapat menyakiti hati pasangannya...Perempuan itu...jangan seperti itu...
  

 Image result for lukisan perempuan muda berkerudung

Perempuan itu...kini belajar untuk sempurna, walaupun manusia tidak ada yang sempurna, tapi berikhtiar untuk sempurna boleh boleh saja... Perempuan itu..harus tahu, bahwa "Rasulullah SAW mengancam dan melarang laki-laki menikahi perempuan bukan karena agamanya. Jangan kalian mengawini wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya akan membuatnya sombong. Dan jangan pula karena hartanya, bisa jadi kekayaannya membuat dia melawan, tetapi kawinilah wanita karena agamanya. Sesungguhnya hamba sahaya yang hitam lagi pesek namun beragama itu lebih baik.”(HR Ibnu Majah) Bekal yang sangat diutamakan adalah paham tentang ajaran-ajaran agama, bisa membaca dan melantunkan ayat-ayat Al-qur'an yang bisa menjadi dasar untuk dapat mewujudkan rumah tangganya dengan pondasi yang kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhoiNya".. Perempuan itu...ini yang perlu disadari kalau ingin melangkah menuju rahmat itu...
Sangat penting bagi 'perempuan itu'.. untuk pandai melantunkan dan membaca ayat Al-Qur'an dan lebih bagus lagi hafal ayat Al-Qur'an karena selain pahalanya membacanya yang luar biasa, Al-Qur'an merupakan salah satu mukjizat yang Allah jamin kemurniannya. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan didalamnya salah satunya adalah Al-Qur'an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya, ketika mengandung hendaknya sering-sering membacakan ayat-ayat al-qur'an, agar kelak generasi yang dilahirkan menjadi cerdas dan berakhlak budiman 
Perempuan itu...senantiasa selalu menjaga tutur bahasanya, santun dalam berbicara, lembut perangainya, dan tidak mau bersahabat dekat dengan laki-laki atau perempuan yang dapat merusak akhlaknya. Perempuan itu... sudah harus merubah sikapnya yang lebih senang berkumpul di tempat-tempat yang tidak 'nyaman' untuk seorang perempuan...yang sholehah...tapi 'nyaman' bagi wanita 'binal' atau wanita 'uwie uwie mintak gatah', wanita yang sudah ternoda yang sudah kehilangan arah...
Perempuan itu...harus juga tahu..cemburu memang tanda cinta, tapi jangan jadi wanita pecemburu. Cemburu yang fatal bisa membakar keutuhan rumah tangga. Berikanlah kepercayan dan saling setia pada pasangan. Perempuan itu... akan sangat  berharga ketika memiliki sifat yang penuh kasih sayang, karena sifat ini sangat dibutuhkan agar ketentraman jiwa terpenuhi...
Perempuan itu... harus mampu menjaga pandangannya, sikapnya yang 'mantiak', 'lenggoknya' yang merangsang, dan tatapan matanya yang mengundang....dari fitnah dunia. Perempuan itu, harus memupuk keibuan atas dasar cinta dan kelembutan rasa. Rasa cintanya yang begitu besar karenanya besar pula pengorbanannya demi putra-putrinya. Kelembutan rasa yang dimilikinya membuat putra-putrinya lebih dekat dan hangat dalam dekapannya. Suami pasti bangga memiliki seorang istri yang dapat dipercaya dalam mengurusi anak-anaknya kelak. 

Image result for perempuan sholeha 
Perempuan itu... harus bisa menyimpan asa dan sikap...melatih tindakan dan tabiat.. untuk pendamping hidupnya kelak, karena kebahagian bagi 'perempuan itu'..apabila perempuan itu.. tidak suka membeberkan aib suami kepada siapapun. Istri yang baik akan selalu menjaga rahasia suaminya, karena itu merupakan aib bagi suaminya.  Perempuan itu...harus bisa bertindak dari hal sekecil apapun seperti menyiapkan pakaian untuknya, membersihkan tempat tidurnya, membelai keningnya, memberi senyuman, mencium tangannya ketika salah satu darinya hendak pergi. Perempuan itu...harus mengetahui, bahwa kebaikan yang dilakukan, belum tentu baik di mata ALLAH SWT...maka janganlah menyibukkan diri dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah yang bisa menghalangi suaminya untuk istimta' (bernikmat-nikmat) dengannya, kecuali bila suami mengizinkan. Jika sudah berumah tangga, istri adalah ladang bagi suaminya....Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026).....

Image result for perempuan sholeha 

Perempuan itu...jangan patah semangat, jangan patah asa, jangan luluh dengan masa lalu, hidup itu untuk masa depan...Perempuan itu..jangan jadikan masa lalu untuk penghancur masa depan...jadikan masa lalu untuk kesempurnaan masa depan...kesulitan yang diberikan menandakan kesempurnaan masa depan akan mudah di capai...

...........................15desember15....RiverOOLan......kidding-kidding wae................