Jumat, 16 September 2022

Solusi yang Tidak Mengenakkan

SOLUSI YANG TIDAK MENGENAKKAN

(Prof. Dr. Dedi Hermon)


Bapak tua yang biasa duduk di warung domino itu terus berceloteh tidak menentu sambil sekali-kali menghembuskan asap rokok kreteknya. Mulutnya terus berceloteh tentang naiknya harga BBM yang berdampak pada mahalnya biaya operasi kapal kecilnya untuk melaut. Ya…bapak tua tersebut adalah nelayan kecil yang menggunakan perahu kecil untuk melaut, sekedar membeli beras untuk makan keluarga dan cucu-cucunya yang masih kecil.

“Alah taniayo pariuak dapua den dek COVID ko, baru ka bangkik, eeeeee BBM ko lah naiak lo…” serungut bapak tua sambil terus mengerutu yang tidak begitu jelas kalimatnya.

“Manga pak, bedo bana upek mah..” sambung Jo Bidin merespon singkat.

“Baa indak dek ang Bidin, lah tambah payah iduik den kini, BBM tambah maha, akibaik e bareh naiak lo, lado, ongkos anak sikola, naiak sado eee, tamasuak jo operasional perahu den gai, Nan lauak payah lo kini, sisiak nan di kaja, sarok nan dapek, bedo mah….” jawab bapak tua itu semakin emosi.


“Kan beko dapek subsidi apak mah…” si Kaliang ikut menyanggah pendapat bapak tua tersebut.

“Bara subsidi e, apo subsidinyo salamo nyo. Awak urang pandie ko kan kanai ota se nyo mah. Paliang-paling subsidi salamo tigo bulan, anam bulan, setahun…tu tatilantang sudah tu lai…” bapak tua itu  terus mengoceh tak karuan.

“Batua nan dikatokan apak ko mah kaliang, iko lah suaro nan sabana suaro kepedihan masyarakat awak kini mah. Caliak sajo contoh kenek, laki si Mai tu a, kan ba pitih tu, gilo membangun sajo, ado ado sajo nan kadipelokan nyo, nan dapua rumahlah nan indak ancak, nan teraslah nan kadituka keramiknyo,  nan oto lah ka diganti. Lah abih pitih, bautang-utang lai. Kasudahannyo anak jo bini dapek busung lapar, karano pitih lah abih. Kalau di ambiak contoh mode tu, kan utak laki si Mai tu ndak ado tu, banak kurang, ambisi ndak pakai logika. Mode laki si Mar tu lo mungkin  para pemimpin awak, mode karajo ko sudah dek mereka sajo. Jan ambisi bana kalau masyarakat ka caie, awak memimpin surang-surang kan untuk kesejahteraan masyarakat. Iyo nan dikarajoan kini ko untuak kesejahteraan masyarakat, tapi jan ambisi bakalabiahan bana, ko mah akibatnyo, sarancaknyo bia disalasaikan oleh pemimpin berikutnyo. Kan iko mengelola negara, bukan mengelola perusahaan… baa gak ati apak jo kaliang tu….” Timpal Ajo Danu yang tingkat pendidikannya lebih baik dari semua yang duduk di warung domino tersebut.

“Ndak mampuih se lah, ndak itu nan ka den pikie an doh, nan penting dan taraso bana dek den, tambah payah iduik den dek BBM ko naiak..” kata bapak tua tersebut.

“Batua kato Ajo Danu tu mah pak, solusi nan indak tapek, satu sisi keuangan negara wak ko gilo dimaliang sajo sajak KPK hilang taji ko. DPR bapensiun, sadonyo babisnis mangicuah awak. Seharusnyo itu nan kadisalasaikan, bukan BBM nan di naikan…”kata Jo Bidin tersenyum kecut.

“Kini baa lai…” sambung bapak tua dengan wajah cemberut.

“Pulang wak lai, ampai se bini wak surang-surang lai, tanang kapalo wak tu mah.…” timpal si Kaliang asal menjawab saja.

“ha…..ha…..ha……Iyoooooooo tu maaaaaaahhhh Kalianggggg….”terdengar sorak dan tawa seluruh orang yang ada di warung domino tersebut.

———-kiding-kiding wae————dedihermon——-


Rabu, 24 Agustus 2022

SYIRIK YANG BERBUNGKUS AGAMA

Syirik yang Berbungkus Agama

Prof. Dr. Dedi Hermon

Syirik merupakan prilaku menyekutukan Allah SWT dalam rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, asma' (nama-nama) dan sifat-Nya, atau salah satunya. Jika seorang hamba meyakini bahwa ada sang Pencipta atau sang Penolong selain Allah SWT, maka ia telah musyirik


Dengarlah ulama yang membahas Syirik berdasarkan Al Quran serta Hadist yang sahih, kemudian baca kembali Al Quran dan Hadist yang sahih untuk mempertegas dan memperkuat keimanan. Al Quran berisikan aturan-aturan suci dari Allah SWT yang dijamin kemurniannya sampai akhir zaman, sedangkan Hadist merupakan perkataan dan tindakan Rasulullah SAW dalam menyampaikan wahyu Allah SWT pada umat manusia. Hadist yang sahih adalah Hadist yang tidak bertentangan dengan Al Quran serta jelas perawinya.

Jangan dengarkan ulama yang membahas Syirik tidak menjadikan Al Quran dan Hadist yang sahih sebagai sumber utama, tapi lebih mengacu pada mazhab serta buku-buku yang ditulis oleh ulama-ulama masa lalu, yang secara isi, tidak dijamin karena tidak tergolong Kitab Suci, sehingga tidak ada jaminan untuk benar dan murni sampai akhir zaman.

Apalagi yang berbicara adalah ulama-ulama yang lebih mengutamakan organisasinya dari pada Islam, karena kemurnianan Islam diyakini sudah terkontaminasi oleh adat dan budaya non Islam masa lalu di daerah tersebut.

Bahayanya, pada saat Rasulullah SAW dihina, mereka akan diam dan pura-pura tuli, namun pada saat Syekh atau Ulama mereka yang sudah jelas-jelas mengingkari ajaran Islam, di kritik atau dihina, marahnya luar biasa, beragam logika dan cara dilakukan pembenaran.

Allah SWT menyuruh *Bacalah… Baca Al Quran memakai otak dan akal, karena Akal diberikan untuk membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Lalu diskusi dan bertanyalah pada ulama yang diyakini benar, tentang hal hal yang diperlukan penjelasan.

Allah SWT bukan menyuruh yang utama itu *Dengarlah…karena akan membuat manusia mempunyai logika yang terbatas dan melakukan pembenaran untuk segala perkataan dan sikap ulama atau guru yang mereka dengar. Seharus, di pakai akal setelah mendengar, dengan membuka Al Quran, jika ada apa yang didengar bertentangan dengan Al Quran, berdiskusilah untuk memastikan kebenaran.

Sebab monyet, ayam, sapi, harimau dan kucing akan mengerti dan  patuh dengan apa yang didengarnya.

Rabu, 03 Agustus 2022

Ketika Sesal Tak Lagi di Anggap

 AKU DI MAKAMKAN HARI INI

Terkaget ketika merasakan dinginnya udara menyelimuti tubuhku yang mulai kaku, tanpa bisa memberitahukan kepada orang-orang yang datang melihat tubuhku terbujur kaku, dan aku tidak bisa apa apa lagi, selain hanya termenung dan gelisah ketakutan atas semua balasan perbuatan semasa hidup.

Teringat jumawanya aku di atas dunia Mu, sombong dengan kekuasaan, pangkat, dan jabatan, sebagai lambang sukses pada masa itu. Semuanya ku perintah semuanya patuh. Sekarang aku tau, mereka bukan patuh pada ku, tapi menghormati jabatanku. Buktinya sekarang, saat jasadku terbujur kaku, banyak dari mereka tidak datang menjengukku. Dan yang datang, malah tertawa kecil sambil menceritakan keburukanku semasa hidup dulu.

Aku sadar sekarang, aku ingin di beri kesempatan lagi hidup di dunia Mu, ingin memperbaiki semuanya. Tapi harapan itu sudah tidak di anggap lagi.

Teringat banyak janji-janji palsu yang ku ucapkan, demi hanya untuk meredam masalah dan mempercepat solusi dari suatu persoalan. Yang penting bagaimana orang-orang yang berharap itu tersenyum, walaupun tanpa mereka sadari, itu hanya janji palsu yang sudah biasa ku lakukan.

Aku menyesal menyingkirkan orang-orang yang kuanggap salah dalam aturan, tapi benar dalam aturan Allah SWT. Aku memang munafik, logika ku tidak bisa berjalan sempurna jika hasutan dan dorongan itu datang dari istriku. Istriku yang ku anggap wanita sempurna, saat ini aku sadar, bahwa dia merupakan manusia kerdil yang coba mengingkari petunjuk Allah SWT, kelembutan hatinya hanya untuk dunia semata.

Aku terbujur tak berdaya sekarang, sebentar lagi akan dimakamkan. Aku sekarang sadar, jabatan di dunia yang di amanahkan Allah SWT pada ku, adalah ujian, dan aku gagal. Aku pemimpin yang tidak adil, aku pemimpin yang selalu membedakan asal daerah orang-orang yang aku pimpin. Sekarang aku sadar itu salah, karena selama aku memimpin, orang-orang asal daerahku selalu menjadi prioritas utama yang aku promosikan untuk menjadi pembantuku, walaupun mereka tidak memiliki prestasi sama sekali. Tapi, mulut busuk ku ini, entah mengapa selalu mengucapkan akan mempromosikan orang-orang yang memiliki prestasi, agar semuanya termotivasi.

Kini aku tidak berdaya lagi..

Entah sudah berapa banyak uang haram yang ku makan, ku berikan untuk istriku yang sekarang ku tau, dia pura-pura suci, yang ku berikan pada keturunanku. Sekarang aku sadar, aku memiliki keturunan yang ku rusak, karena rakus ku sendiri.. 

——-Sebelum terlambat kawan, bertobatlah…….



Senin, 15 Maret 2021

PEMIMPIN BERKARAKTER BUNDO KANDUANG

 PEMIMPIN PEREMPUAN-PEMIMPIN BERKARAKTER BUNDO KANDUANG

by. Prof. Dr. Dedi Hermon


"Sifat-sifat yang dimiliki Mandeh sebagai seorang bundo kanduang adalah berilmu, mendidik, mempunyai sifat malu, sabar, mandiri, berprinsip, dan berjiwa besar"...

Kesetaraan gender merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, terutama pada zaman modern sekarang ini. Peran perempuan semakin besar dalam semua sisi kehidupan, baik di rumah tangga maupun kegiatan di luar rumah tangga, terutama karier dan jabatan karier. Kaum laki-laki ditaqdirkan sebagai pemimpin, harus berupaya mengalah, akibat tuntutan zaman dan aturan.

Memilih seorang perempuan sebagai pemimpin akan terasa berat, kalau tidak melalui kriteria karakter yang dimiliki oleh sosok 'Bundo Kanduang', seorang pemimpin Minangkabau yang anggun, ramah, sopan, lebih banyak bekerja dalam diam, mempunyai jiwa mendidik, mandiri, dan tegas dalam rasa malu. Orang Minangkabau sangat merindukan pemimpin perempuan yang berkarakter Bundo Kanduang tersebut, sehingga laki-laki di Minangkabau dengan sendirinya akan tunduk dan hormat pada semua keputusan dari pemimpin perempuan tersebut.

Pak Tua yang biasa minum kopi di kafe itu selalu ngomel dan kesal...

"Kesetaraan gender boleh, mengangkat perempuan sebagai pemimpin boleh saja, tapi kan banyak perempuan yang berkarakter Bundo Kanduang, 'manga paja kalera tu di angkek' 'bijak, agak babeda urang jo keinginannyo, marabo, pagunjiang, ma aden, licik, manih muluik katiko ado kandak, ndak ado kepentingan nyo samo awak lai, co galadie gayanyo.. Upek Pak Tua....

...jan maupuek juo pak...solo Bujang Lapuak di meja subalah, sampie ma ampehan balak anam...

...baa ndak ka maupek de ang, takah ndak ado padusi berkarakter Bundo Kanduang lai di dunia ko untuak di piliah jadi pemimpin.. sambuang Pak Tua..

..yo ndak pak, banyak padusi nan elok, santun gai, jo galaknyo sajo, basumangaik wak bakarajo.. hehehehehe.. sambuang Udin Batuang sambie ma ambuihan asok rokok e....

Minangkabau merupakan salah satu etnis terbesar di Indonesia dengan sistem kekerabatan yang berbeda. Masyarakat Minangkabau memiliki adat yang unik dengan menganut sistem matrilineal. Adat istiadat Minangkabau mengatur tatanan masyarakatnya baik secara individu, kelompok maupun sosial. Penghulu adalah sebutan atau gelar yang diberikan kepada pemimpin adat dalam masyarakat Minangkabau. Penghulu merupakan orang yang dituakan, dipilih dan dipercayakan untuk memimpin masyarakat. Bundo kanduang merupakan seorang perempuan yang sudah menikah. Bundo kanduang merupakan pemimpin non formal bagi seluruh perempuan dan anak cucunya dalam suatu kaum. Semua keputusan berada di tangannya. Tanpa adanya izin dari bundo kanduang, semua rencana belum dapat dilaksanakan (Ermi Sola, 2020).


‐----@Selasa, 16 Maret 2021, Jam 00.01 WIB


Sabtu, 06 Februari 2021

SEMPIT AKAL

SEMPIT AKAL
Prof. Dr. Dedi Hermon


Digedung suram itu sering digunakan oleh sekelompok orang yang sempit akal untuk berdiskusi tanpa mau bekerja dengan hati. Dilihat sekilas, terlihat kesombongan dan keangkuhan serta kearoganan, seolah olah sangat berkuasa, padahal mereka hanya bawahan sang penguasa.  Anehnya semua kekuasaan dan kesombongan itu dilakukan bukan dalam aset kelompok mereka, namun di atas aset dan lembaga negara, yang bukan milik ibu bapak mereka. Namun, mereka sudah berhitung tentang nasib semua orang yang bekerja di dalamnya. Karena kata mereka, mereka lah Sang Penentu semua nasib orang-orang di sana. 
Dimana Tuhan bagi mereka, mungkin tidak ingat, atau pura-pura lupa, atau memang karena keangkuhan, mereka lupa, bahwa mereka manusia biasa, yang tiba masanya, akan mati juga. Apa yang akan mereka bawa, pasti keirian, kedengkian, keangkuhan, kesombongan. Kasihan juga, padahal amal pahala mereka banyak, namun kotor oleh semuanya itu.
Berencana lah menentukan nasib orang, namun bagi orang yang bekerja dengan hati dalam suatu lembaga negara, diberhentikan dari pekerjaan adalah anugerah nikmat dari Allah SWT, tapi bagi orang yang hanya gila jabatan, tanpa bekerja pada amanahnya, itu tentu suatu bencana yang sangat menyakitkan.
Sahabat sepemikiran, kita berjalan di relnya saja, jangan berupaya mempertemukan ujung rel, karena kita tidak akan mampu, dan kalau seandainya mampu, tentu kecelakaan akan membawa pengaruh yang besar pada diri kita, karena kita tidak tahu, apakah rencana kita disenangi oleh Allah SWT atau dengan rencana yang kita susun, membuat Allah SWT berpaling dari kita.
Mak Udin sering mengatakan, kalau anda meminta-minta jabatan, minta dukungan pada orang-orang tertentu, yang dekat dengan penguasa, agar mempengaruhi penguasa untuk memilih anda. Kalau nasib anda baik, maka anda akan dipilih. Tapi...lanjut Mak Udin.. biasanya kalau sudah jadi, orang-orang seperti itu lebih senang pada orang yang meminta-minta juga, karena mereka haus pujian, sanjungan, hormat, walaupun semua itu hanya pura-pura saja. Ingat juga, lanjut Mak Udin... rakyat akan menderita, karena dia terpilih tidak mempertimbangkan semuanya, tapi karena desakan orang-orang tertentua saja, sehingga dia tidak akan bisa berperan adil untuk semua. Kecuali, penguasa yang dipilih oleh orang banyak dalam lembaga atau dalam negara, baru itu namanya pemimpin untuk semua.

Minggu, 05 Juli 2020

KETIKA TUJUAN BUKAN LAGI AKHERAT

KETIKA IBLISH MEMINTA KEMULIAAN
Prof. Dr. Dedi Hermon, MP

Jabatan itu kehendak dari Allah SWT sebagai ujian yang sangat besar. Jabatan tak lama tapi tanggungjawabnya dunia akhirat," papar Aa Gym.
Kadang kita terenyuh dan sedih akan besarnya sanksi yang diterima nanti di akherat, bersumpah di bawah kitab suci Al Quran untuk umat islam, dan kitab suci masing-masing untuk umat lainnya.
Jabatan dunia itu amanah apabila dilaksanakan dengan sebaik baiknya, sesuai tuntunan hukum negara sebagai rambu rambu untuk memutuskan segala hal. Jabatan itu harus dilaksanakan dengan sikap idealis yang sempurna, berjalan di garis lurus dan rel kebijakan yang telah di sepakati. 
Amanah jika sesuai dengan tuntunan Al Quran, kenapa harus sesuai dengan tuntunan Al Quran bagi umat Islam? Sederhana saja, karena orang islam saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, ada Al Quran di atas kepalanya. Berarti, melaksanakan amanah jabatan tersebut harus sesuai dengan tuntunan Al Quran.
Bagaimana tuntunan Al Quran? PERTAMA harus berjalan dalam koridor Ketuhanan Yang Maha Esa, visi dan misi pejabat harus di awali dengan pengakuan bahwa Tuhan itu Esa atau secara lengkapnya menjadikan lembaga yang dipimpin menjadi lembaga yang Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. KEDUA harus memanusiakan manusia yang dipimpinnya secara adil dan beradab. Adil, bukan berarti lebih memperioritaskan kelompok, memusuhi lawan politik, tapi harus bisa merangkul semuanya menjadi satu kesatuan dalam membangun lembaga yang dipimpin, karena saat di lantik dan di ambil sumpahnya, oejabat itu adalah pemimpin semuanya, bukan lagi pemimpin kelompoknya. Beradab dalam hal sikap, prilaku, dan tutur kata, merendah, menunduk, dan pemberi motivasi dan peehatian untuk semua orang. Karena pejabat yang baik itu, adalah pejabat yang disenangi oleh kawan maupun lawan, maknanya, pejabat yang baik itu adalah pejabat yang bisa mempersatukan semuanya demi lembaga yang dipimpin. Sehingga yang KEDUA ini singkron dengan yang KETIGA, karena akan terwujud rasa persatuan dalam tanggung jawab bersama, sehingga tidak ada istilah anak buah, kader, ataupun istilah laiinya, karena jabatan itu sementara, jabatan itu tidak menanamkan ideologi, tapi bekerja bersama sama. Aneh saja ada pejabat yang berusaha membangun kader, Allah SWT saja yang Maha Pejabat tidak mempunyai kader, jadi pejabat jangan menjadi Iblish, karena yang ada kader itu hanya Iblish. Ciri khas Iblish adalah mengemis, meminta, menangis, menyembah, menjilat, memfitnah lawan, membunuh lawan, demi seonggok jabatan. Setelah sang Iblish mendapat jabatan, Iblish menonjolkan pencitraan dan kesombongan, tanpa paham akan amanah yang diberikan, itu sebabnya Allah SWT mencabut amanah untuk Iblish, padahal Iblish itu adalah Raja Malaikat. Pada saat amanah dicabut, keingginan tidak tercapai, apa yang terjadi? Iblish selalu memfitnah, ghibah, dan berusaha bermanis muka di hadapan Allah SWT, tapi hatinya busuk dan menentang Allah SWT. KEEMPAT dalam menjalankan amanah harus mengutamakan musyawarah dengan semua orang, hal ini dilakukan agar keputusan yang diambil tidak salah. Memilih orang tempat musyawarah harus pada orang yang netral, orang yang adil, dan bijaksana. Bukan pada orang orang yang berkelompok, karena saran yang diberikan adalah untuk kelompoknya, bukan untuk kebaikan lembaga. Sehingga, rasa Keadilan Sosial itu akan terwujuf dengan sempurna.

.............Senin 6 Juli 2020........

Rabu, 17 Januari 2018

BAKUHAMPEH

BAKUHAMPEH
Dr. Dedi Hermon

Sebenarnya *bakuhampeh itu indah pada saat kita sikapi dengan rasa, baik rasa sayang, rasa senang, rasa percaya, rasa memahami, rasa mengayomi dan banyak rasa positif lainnya. Kalau rasa seperti itu terpupuk dalam hati kita, maka *bakuhampeh menjadi sesuatu debat dan diskusi yang menyejukan hati, menyenangkan telinga, dan mendinginkan kepala.
Manusia semuanya memiliki keterbatasan dan bermilyar kekurangan serta sedikit kelebihan. Dikatakan seorang individu memiliki kekurangan pada saat kita merasa diri kita lebih baik dari individu tersebut. Secara negatif akan menimbulkan sikap yang juga negatif, bagaimana individu tersebut bisa seperti kita, walaupun sebenarnya kita tidak tahu juga bahwa dibelakang kita mungkin ada ribuan orang yang juga sedang memperbincangkan kelemahan dan kekurangan kita. Hinaan, cercaan, dan praduga negatif muncul apabila kita tidak lagi mencintai individu tersebut, rasa sayang berganti dengan rasa benci akan menciptakan aura negatif dan komunikasi yang buruk, sehingga ego kita muncul (Ego: artinya: edan gelo orang).
Saya seorang anak mantan kepala desa, kepala desanya hanya berpendidikan SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) dan tidak tamat. Masyarakat desa saya sangat heterogen pendidikannya, ada yang buta huruf, tidak tamat SD, tamat SMP. Sedangkan yang tamat SMA dan Perguruan Tinggi umumnya pergi merantau. Saya mengamati ketegasan kepala desa dalam memimpin dan saya pun tidak suka, walaupun beliau sebenarnya ayah saya. Masalah demi masalah mulai muncul, maklum masyarakat desa kami tidak suka pemimpin tegas, walaupun ketegasan itu untuk kepentingan seluruh masyarakat desa yang sangat heterogen pendidikannya serta pekerjaan nya. Penggalian pasir di sungai yang melewati desa kami sangat berdampak pada lahan lahan petani serta kerusakan tanah tanah masyarakat di pinggir sungai dan kerusakan satu satunya jalan yang menghubungkan desa kami dengan jalan utama. Sang kepala desa berembuk dengan semua perangkat desa dan tokoh tokoh masyarakat, menghasilkan satu keputusan, yaitu penggalian pasir dihentikan.
Yang protes siapa, kelompok masyarakat yang terlibat dalam proses penggalian pasir tersebut. Sang kepala desa di fitnah dan dihujat, tapi sang kepala desa tidak marah dan mengundang seluruh kelompok masyarakat yang protes tersebut untuk berdiskusi. Satu kata yang selalu terngiang di telinga saya, sang kepala desa berkata: Masyarakat desa kita bukan hanya kelompok anda para penggali pasir, di desa kita juga ada petani, pedagang, dan lain lain. Saya selaku kepala desa harus menyelamatkan semuanya, dan berusaha adil, walaupun anda anda mengatakan saya tidak adil, tapi saya yakin sudah berlaku adil dan saya siap mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah SWT.
Itulah pemimpin, tingkat pendidikan tidak menentukan kita baik dalam memimpin. Tingkat pendidikan tidak menentukan kita menjadi masyarakat yang baik. Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan seorang yang berpendidikan doktor dan profesor akan jauh lebih baik memimpin dari seorang yang tamat SMA. Yang baik memimpin itu dilihat dari hatinya, hatinya berkata, ini amanah dari Allah SWT. Hatinya membisikan ketidaksanggupan memegang amanah, jangan jadi pemimpin. Seperti Umar Bin Khatab yang menangis semalam suntuk saat ditunjuk secara aklamasi menjadi khalifah, beliau menangis karena takut menghadapi hisab Allah SWT. Bukan takut pada Camat, Bupati, Gubernur, dan Presiden. Bukan takut pada Ketua Jurusan, Dekan, dan Rektor. Kalau kita takut pada oknum oknum di atas, berarti kita:
1. Syirik, dosa besar yang tidak terampuni
2. Menjadi penjilat, sifat yang berbahaya, karena semua penjilat akan selalu berbuat zalim pada bawahan dan masyarakatnya
3. Selalu mengambil muka pada atasan, padahal tidak melakukan apa apa
4. Mementingkan diri sendiri, masyarakat biarlah melarat
5. Selalu bermanis mulut kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan bantuan masyarakat dan bawahan
Tapi, kalau kita takut pada Hisab Allah SWT, maka kita akan bersikap:
1. Seperti imam, kalau hati sang imam mengatakan ada makmum yang tidak setuju dia sebagai imam, sang imam akan mundur menjadi imam, kalau tetap dipaksakan saja jadi imam, maka akan banyak mudharat yang akan diperoleh imam.
2. Kebijakan yang diterapkan bermuara pada kemaslahatan umat, bukan untuk kejayaan kita individu, menonjolkan diri kita individu, pencitraan diri kita individu. Kalau itu yang terjadi dan dilakukan, kita termasuk orang yang sangat merugi, karena masyarakat semakin susah di bawah kepemimpinan kita.
3. Kalau ada kebijakan dari pimpinan tertinggi yang banyak merugikan masyarakat, maka kita sebagai bawahan bisa menantang dan mengatakan itu kebijakan licik dan salah, walaupun resikonya kita disingkirkan. Tapi yakinlah, selama kita menyuarakan kebenaran dan untuk kemaslahatan masyarakar, maka yang menyingkirkan kita adalah Setan, dan kita membuktikan pada Allah SWT, kita bukan berkomplot dengan Setan.
4. Kalau sudah banyak masyarakat mengeluh selama dibawah kepemimpinan kita, berarti kita harus merangkul masyarakat tersebut dengan hati yang mengalah dan kasih sayang.

.......alah lu tu, bakuhampeh lah, ponek ambo...18 Januari 2018...